HOME
Home » Matematika » Cara Melatih Benalar melalui Pembelajaran Matematika

Cara Melatih Benalar melalui Pembelajaran Matematika

Posted at Desember 15th, 2019 | Categorised in Matematika
OkeStore Theme

Apakah belajar matematika berlatih bernalar?

Belajar matematika pada hakekatnya merupakan latihan berfikir atau bernalar. Hal ini sudah menjadi pemahaman dari hampir para peserta didik maupun guru. Dengan hadirnya kurikulum 2013 maka semua pelajaran hakekatnya adalah latihan berfikir. Karena  mengharuskan pendekatan saitifik menjadi landasan dari semua pembelajan.

Dari sejak dulu sebelum diterapkannya kurikulum 2013 saya sudah menerapkannya. saya sering menekankan kepada para ortu dan rekan guru yang dekat dengan saya, bahwa yang sering dilakukan mereka adalah pembelajaran menghapal bukan bernalar. Makanya para peserta didik banyak yang kebingungan ketika saya mulai mengajar di kelas 6, karena mereka belum terbiasa bernalar.

Dari tahun 2000 sampai dengan 2014 saya mengajar matematika di kelas 6 SDPN Sabang. Sering terjadi perbedaan cara dan metode mengajar saya dengan rekan guru lain. Semua itu karena perbedaan pandangan terhadap matematika. Mereka kebanyakan melatih peserta didik untuk menghafal rumus sementara saya justru menuntut mereka untuk memahami konsep-konsep dasar matematika. Saya melakukan beberapa perubahan teknik pembelajaran matematika agar dirasakan mudah oleh peserta didik

Baca juga: Buku Matematika Untuk Guru dan Peserta Fidik Kelas IV SD

Alhamdulillah banyak dari peserta didik yang semula anti terhadap matematika menjadi senang terhadap pelajaran matematika. Kecuali para peserta didik yang tidak mau belajar dengan saya. Mereka belajar lewat bimbel sehingga ketika saya membahas suatu materi, mereka kurang memperhatikannya, karena merasa sudah belajar di bimbel, padahal mereka tidak paham.

Baca juga: Mengapa Matematika adalah Bahasa?

1. Contoh  Matematika Untuk Berlatih Bernalar

Contoh sederhana saya mengenalkan bahwa matematika itu tak ubahnya sebagai bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari mereka sering menggunakan istilah matematika meskipun tanpa mereka sadari. Contoh: Seorang anak membeli permen sebanyak 12 buah, 12 merupakan bahasa matematika. Terus saya kenalkan bahwa belajar matematika itu salah satunya adalah belajar tentang keteraturan. Contoh jumlah angka-angka hasil dari perkalian 9 adalah 9: 2x 9 = 18, bilangan 18 disusun oleh angka 1 dan 8 dan jika kita jumlahkan menjadi 9, dst. Demikian juga hasil dari perkalian 3, junlah angka penyusunnya pasti habis dibagi 3 pula. Sehingga ciri bilangan yang memiliki faktor 3 adalah ” jumlah angka-angka penyusunnya habis dibagi 3).  Sehingga bilangan 51 ( 5+1 =6), 111 (1+1+1=3), 141(1+4+1=6), dsb bukan bilangan prima karena memiliki faktor 3 atau habis dibagi 3 .

Cara mudah belajar Matematika

Masih tentang makna belajar matematika merupakan belajar tentang keteraturan. Ketika belajar perpangkatan 3.Perhatikan dengan cermat, yang saya tandai dengan warna biru, satuan hasil pangkat 3 sama dengan yang dipangkatkannya atau istilah saya satuannya tetap atau sama. Sedangkan yang saya beri warna kuning saling terbalik 2 dengan 8, 3 dengan 7/

Selanjutanya oleh saya disebut kawan satuan dari bilangan kubik. Jadi ada yang tetap yaitu kawan dari 9 adalah 9, kawan dari 0 adalah 0, kawan dari 1 adalah 1. Kawan dari 4 adalah 4, kawan dari 5 adalah 5, kawan dari 6 adalah 6. Ada yang berkawan antara 2 dengan 8, dan 3 dengan 7 artinya kawan dari 2 adalah 8 dan sebaliknya, sedangkan kawan dari 3 adalah 7 berlaku sebaliknya juga.

 

 

Baca juga :Soal Latihan PAS 1 Matematika Kelas 4

Kawan dari bilangan kubik diterapkan untuk mempermudah dalam penarikan akar pangkat tiga dari bilangan kubik. Contoh:

Perhatikan untuk hasil akar pangkat 3 dari bilangan kurang dari 1.000 merupakan kawan bilangan kubiknya. Sementara untuk bilangan yang lebih dari 1.000, caranya sbb:

Contoh no. 14-15 karena bilangannya lebih besar dari 1.000 dan kurang dari 8.000. Maka hasil dari akar pangkat tiga puluhannya1, sedangkan satuannya merupakan kawan dari satuan bilangan yang akar pangkat tiganya. Kawan dari 1 adalah satu maka hasil dari soal no. 14 adalah 11, kawan dari 8 adalah 2.  Maka hasil akar pangkat 3 dari 1.728 adalah 12 Lihat yang no. 15, karena kawan dari 2 itu adalah 8, maka hasilnya adalah 18.

Perhatikan contoh no. 17, karena bilangan 12.167 lebih besar dari 8.000 tapi kurang dari 27.000. Maka hasil akar pangkat tiga dari 12 yang mendekati adalah 2, atau puluhannya 2 ( 20). Sedangkan satuannya kawan dari 7 adalah 3, sehingga akar pangkat 3 dari 12.167 adalah 23.

Cara yang saya terapkan adalah dengan memenggal angkanya di pas titik ( ribuan). Hasil akar pangkat tiga yang mendekati dari ribuan berapa ditulis sebagai puluhan. Kemudian cari kawan dari satuannya beraoa tuliskan sebagai satuan. Untuk sebagai latihan coba periksa mengapa jawaban no 18, adalah 36?

Baca juga : Bagaimana Pembelajaran Hots Program PKP?

Waktu itu rekan guru yang sama-sama mengajar di kelas 6, cara menarik akar pangkat tiga dengan cara faktorisasi, yang dengancara ini sayapun perkenalkan ke peserta didik. Dari konsep : akar pangkat 3 dari a pangkat 3 hasilnya akan a.

Sebenarnya masih banyak contoh penerapan bahwa belajar matematika merupakan belajar keteraturan. Bahkan materi SMP dan SMA dapat dipahami oleh anak SD. Ketika saya jelaskan diagram bilangan berpangkat dengan bilangan dasarnya yang tetap tapi pangkatnya menurun secara teratur. Mereka akan bisa menjawab hasil pangkat nol ( 0 ), dan hasil pangkat bilangan negatif.

Sebenarnya sebelum ke kesimpulan peserta didik kita ajak dulu membuat beberapa contoh. Untuk bilangan dasar yang berbeda misalkan 3, dan 5 dengan proses seperti di atas, baru mereka diminta untuk menarik kesimpulan. Materi di atas hanya sebagai pengayaan bagi anak yang kemampuan berpikirnya sudah memadai. Karena materi pokoknya adalah operasi hitung bilangan berpangkat dengan bilangan dasar yang sama, jika dikalikan maka pangkatnya ditambah. Sebaliknya untuk pembagian bilangan berpangkat dengan bilangan dasar yang sama, pangkatnya dikurangi,

Para peserta didik sebaiknya melakukan pengolahan sendiri dengan beberaoa contoh peragaan. Dengan demikian mereka dapat menyimpulkan sendiri. Untuk selanjutnya akan saya bahas pada postingan berikutnya. Bagaimana cara menanamkan konsep peerbandingan sebagai pecahan, sampai skala, kecepatan, dan debit.

Baca juga : Bagamana Cara Membuat Soal Hots berikut Contohnya

2. Belajar Mat adalah Berlatih Bernalar

Semenjak diberlakukannya kurikulum 2013, seharusnya ada perubahan pendekatan pembelajaran.  Pembelajaran yang selama ini menuntut peserta didik menghapal, menjadi pendekatan saintifik. Yaitu dengan dimulai oleh kegiatan pengamatan dilanjutkan dengan beberapa peranyaan dari guru dengan kata tanya : apa, berapa, mengapa, dan bagaimana. Sehingga pemahaman peserta didik dapat digiring dari konsep-konsep yang telah dimiliki mereka ke konsep yang akan dipelajari.

Pendekatan saintifik dengan tahapan pembelajaran Matematika dimulai dengan tahapan mengamati gambar atau video, atau masalah. Setelah itu kemudian guru menanya yang berhubungan dengan konsep-konsep peserta didik yang sudah dimengerti mereka.  Kemudian mereka mengidentifikasi masalah atau gambar atau video yang ditayangkan. Selanjutnya mereka berdiskusi untuk membuat hipotesis, sampai membuat sebuah kesimpulan.

Melatih berfikir dan meningkatkan daya nalar para peserta didik harus dilakukan para guru dalam setiap pembelajaran. Apapun materi belajarnya baik itu matematika, ipa, ips, sbdp, dsb, Jika setiap pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik seperti yang diamanatkan oleh kurikulum 2013.

Saya setuju dengan beberapa pemikiran mendikbud baru Nadiem Makarim, bahwa peserta didik jangan dijejali dengan hapalan-hapalan kecuali hal-hal yang penting, tapi dilatih untuk bernalar, karena untuk menyimpan memori sekarang sudah dapat digantikan dengan perangkat elektronik bahkan sekarang harddisc komputer dapat minyimpan data sampai 1 tera byte atau 1.024 Giga byte Fungsi otak manusia adakah mengolah data data tersebut untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.

 

Wassalam

Nurrohman Sacadipura atau disingkat rohmansa

No comment for Cara Melatih Benalar melalui Pembelajaran Matematika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Post to Cara Melatih Benalar melalui Pembelajaran Matematika

cara mudah belajar matematika dan ipa

Cara Belajar Matematika dan IPA dengan Mudah-1

Posted at Maret 8, 2020

Apakah sobat rohmansa sudah tahu rahasianya? Bagaimana cara mudah belajar matematika ? Bagaimana cara mudah belajar IPA terutama Fisika? Matematika bagi kebanyakan peserta didik... Read More

matematika teorema pythagoras

Belajar Matematika Kelas 8 Tentang Teorema Pythagoras

Posted at Februari 23, 2020

A.      Teorema Pythagoras  Untuk setiap segitiga siku-siku berlaku kuadrat panjang Hipotenusa sama dengan jumlah kuadrat panjang sisi siku-sikunya. Jika c adalah panjang sisi miring/hipotenusa segitiga,... Read More

soal matematika

Soal Latihan PAS 1 Matematika Kelas 4

Posted at November 24, 2019

Menjelang Penilaian akhir semester 1 yang akan dilaksanakan sekitar awal Desember, saya mencoba untuk memberikan bekal berupa soal-soal latihan Ujian akhir semester atau UAS.... Read More

buku matematika kelas6

Buku Matematika Kelas VI SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2018

Posted at November 7, 2019

Berikut ini saya bagikan Buku Matematika untuk  Guru dan Peserta Didik kelas VI SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2018.  Buku ini merupakan buku guru yang... Read More

matematika kelas 5

Buku Matematika kelas V SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2018

Posted at November 7, 2019

Berikut ini saya bagikan Buku Matematika untuk  Guru dan Peserta Didik kelas V SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2018.  Buku ini merupakan buku guru yang... Read More

OkeStore Theme