HOME
OkeStore Theme
Home » Berita » Pendidikan » Kisah Inspiratif Tentang Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Kolonial Barat

Kisah Inspiratif Tentang Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Kolonial Barat

Posted at Februari 24th, 2019 | Categorised in Berita, Pendidikan
WPDealer 300x250

Materi IPS kelas 5 SD tema 7 sangat banyak. Untuk itu sebagai bekal bagi siswa kelas 5 SDPN Sabang, saya berusaha memberikan beberapa materi, sebagai bahan belajar peserta didik. Saya berharap kisah perlawanan rakyat Indonesia ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi mereka untuk belajar dengan baik agar tidak dijajah lagi oleh bangsa lain.

Kolonialisme dan Imperialisme mulai merebak di Indonesia sekitar abad ke-15, yaitu diawali dengan pendaratan bangsa Portugis di Malaka dan bangsa Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtmen pada tahun 1596, untuk mencari sumber rempah-rempah dan berdagang.

1.  Perlawanan Rakyat terhadap Portugis

Kedatangan bangsa Portugis ke Semenanjung Malaka dank e Kepulauan Maluku merupakan perintah dari negaranya untuk berdagang.

a.      Perlawanan Rakyat Maluku . Setelah Portugis pada tahun 1511 berhasil menduduki Malaka, Portugis melanjutkan misi dagangnya menuju Maluku. Di kepulauan Maluku terdapat Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore yang menghasilkan remah-rempah. Portugis diperbolehkan mendirikan benteng sebagai kantor dagang. Akan tetapi terjadi penyimpangan, Portugis menjadikan benteng itu sebagai basis pertahanan untuk menguasai dan menjajah daerah Ternate. Portugis memaksa Sultan Ternate, yaitu Sultan Hairun untuk menerima kekuasaan Portugis, dan hanya menjual cengkih dan pala kepada Portugis.  Tentu saja sikap seperti ini sangat ditentang oleh Sultan Hairun. Ketika Sultan Hairun akan membicarakan masalah perdagangan dengan Portugis ini, beliau dibunuh secara licik. Terbunuhnya, Sultan Hairun jelas memancing kemarahan rakyat Ternate. Sultan Baabullah yang menggantikan Sultan Hairun bersumpah akan mengusir Portugis dari Ternate. Untuk itu, Sultan Baabullah mengerahkan tentara dan segenap kekuatannya mengepung benteng Portugis, hingga akhirnya Portugis menyerah dan dipaksa meninggalkan Ternate tahun 1575. Setelah terusir dari Ternate, kemudian Portugis ke Ambon hingga dikalahkan oleh Belanda pada tahun 1605.

b.      Perlawanan rakyat Demak . Tindakan Portugis yang memonopoli perdagangan rempah-rempah di Selat Malaka, sangat merugikan rakyat Indonesia di berbagai daerah, termasuk Demak. Keadaan ini mendorong rakyat Demak untuk bangkit mengadakan perlawanan terhadap Portugis. Raden Patah segera menyusun kekuatan untuk mengusir tentara Portugis yang ada di Malaka. Pada tanggal 1 Januari 1513, Kerajaan Demak mengirimkan pasukan yang berkekuatan 100 perahu dan 10.000 prajurit untuk menyerang Portugis di Malaka. Pasukan Demak dipimpin oleh Dipati Unus (Pangeran Sabrang Lor). Dalam serangan tersebut, tentara Demak tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, bahkan mereka mengalami kekalahan. Kekalahan tersebut disebabkan oleh persenjataan Portugis yang lebih lengkap dibandingkan dengan persenjataan yang dimiliki pasukan Demak. Pada tahun 1527, pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah kembali menyerang Portugis yang dipimpin oleh Henri Lame di Sunda Kelapa. Dalam pertempuran tersebut, Demak berhasil mengalahkan pasukan Portugis dan mengusir mereka dari Sunda Kelapa.
c.       Perlawanan rakyat Aceh . Kedudukan Portugis di Malaka merupakan ancaman bagi kerajaan-kerajaan islam di Indonesia, terutama Kerajaan Aceh yang daerah kekuasaannya berdekatan dengan Malaka. Pada saat itu, Aceh yang berada di bawah pimpinan Sultan Iskandar Muda mencapai puncak kejayaannya. Namun, sejak meninggalnya Sultan Iskandar Muda, keadaan Kerajaan Aceh mengalami kemunduran, terutama setelah adanya persaingan dengan para imperialis Barat (1630). Sejak tahun 1569, Portugis berusaha menghancurkan Aceh dengan mengepungnya selama tiga tahun. Tetapi, tentara Aceh berhasil menghancurkan Portugis. Hancurnya armada Portugis diawali dengan penyerangan terhadap kapal-kapal Portugis di selat Malaka oleh tentara Aceh. Serangan tersebut berhasil mengusir Portugis dari Malaka. Kolonial Barat yang mencoba menjajah Aceh bukan hanya Portugis.


2. Perlawanan Rakyat terhadap Belanda (VOC)
a.      Perlawanan Rakyat Makasar . Perlawanan terhadap kolonialisme Belanda dilakukan oleh Kerajaan Gowa dan Tallo, yang kemudian bergabung menjadi Kerajaan Makassar. Kerajaan Makassar, mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintah Sultan Hasanuddin tahun 1654-1669. Abad ke-17 Makassar menjadi pesaing berat bagi Kompeni VOC pelayaran dan perdagangan di wilayah Indonesia Timur. Setelah mendapatkan berdagang, VOC mulai menunjukkan perilaku dan niat utamanya, yaitu mulai mengajukan tuntutan kepada Sultan Hasanuddin. Pertempuran antara rakyat Makassar dengan VOC terjadi. Pertempuran pertama terjadi pada tahun 1633. Pada tahun 1654 diawali dengan perilaku VOC yang berusaha menghalang-halangi pedagang yang akan masuk maupun keluar Pelabuhan Makassar mengalami kegagalan. Pertempuran ketiga terjadi tahun 1666-1667, pasukan kompeni dibantu olehpasukan Raja Bone (Aru Palaka) dan pasukan Kapten Yonker dari Ambon. Angakatan laut VOC, yang dipimpin oleh Spleeman. Pasukan Aru Palaka mendarat din Bonthain dan berhasil mendorog suku Bugis agar melakukan pemberontakan terhadap Sultan Hasanudin. Penyerbuan ke Makassar dipertahankan oleh Sultan Hasanudin. Sultan Hasanudin terdesak dan dipaksa untuk menandatangani perjanjian perdamaian di Desa Bongaya pada tahun 1667. Factor penyebab kegagalan rakyat Makassar adalah keberhasilan politik adu domba Belanda terhadap Sultan Hasanudin dengan Aru Palaka. Membantu Trunojoyo dan rakyat Banten setiap melakukan perlawanan terhadap VOC
b.      Perlawanan Pangeran Diponegoro . Sikap Belanda yang selalu turut campur terhadap pemerintahan kerajaan, sangat tidak disukai oleh Pangeran Diponegoro yang merupakan Bangsawan Kerajaan Mataram, terlebih lagi ketika melihat Belanda mulai menerapkan budaya-budaya Barat yang bertentangan dengan Agama Islam di lingkungan Keraton. Pangeran Diponegoro mulai menyusun kekuatan yang diawali dengan mengajak kalangan bangsawan yang sama-sama menentang Belanda. Kemudian ia pun mengajak rakyat yang telah menderita akibat kesewenang-wenangan Belanda untuk bergabung melawan penjajah. Untuk mendukung perjuangannya, Pangeran Diponegoro meninggalkan keraton dan menetap di Tegalrejo. Langkah tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa ia tidak suka pada sikap keraton dan Belanda. Sikap tersebut menimbulkan kekhawatiran dikalangan keraton dan Belanda.
Kebencian Pangeran Diponegoro kepada Belanda semakin besar dengan perbuatan Belanda yang mematok tanah makam leluhur Diponegoro untuk dijadikan jalan. Kemudian Pangeran Diponegoro mengganti patok-patok tersebut dengan tombak-tombak sebagai tantangan kepada Belanda. Akhirnya pada tanggal 25 Juni 1825, Belanda menyerang Diponegoro di Tegalrejo. Untuk mendukung perlawanan menghadapi Belanda, Pangeran Diponegoro dan pasukannya membangun benteng pertahanan di Selarong. Diponegoro dan pasukannya memiliki keyakinan bahwa ia dan pasukannya dapat mengalahkan Belanda. Keyakinan tersebut semakin kuat ketika orang-orang seperti Pageran Mangkubumi, Sentot Alibasyah Prawirodirdjo, dan Kiai Mojo bergabung dalam perjuangannya. Kiai Mojo berhasil mengobarkan semangat jihad rakyat di daerah Yogyakarta, Surakarta, Bagelen, dan sekitarnya.Pada tahun 1826, terjadi pertempuran di Ngalengkong. Pasukan Pangeran Diponegoro mendapatkan kemenangan. Oleh para pengikutnya, Pangeran Diponegoro dinobatkan menjadi Sultan dengan gelar “Sultan Abdul Hamid Herutjokro Amirul Mukminin Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa”. Ketika berlangsung pertempuran di Gawok, terjadi perselisihan antara Pangeran Diponegoro dengan Kiai Mojo. Pangeran Diponegoro mengusulkan strategi perang gerilya dan mengusulkan agar permasalahan pemerintahan dengan keagamaan harus dipegang oleh satu orang, agar satu sama lain saling membantu dan tidak dapat dipisahkan. Namun, pandangan Pangeran Diponegoro bertolak belakang dengan pendapat Kiai Mojo yang mengusulkan agar masalah pemerintahan dan keagamaan harus dipisahkan. Mengenai Siasat perang, Kiai Mojo lebih menyukai perang terbuka. Akibat dari perbedaan pendapat tersebut, akhirnya satu-persatu pengikut Pangeran Diponegoro meninggalkan Kiai Mojo, sedangkan Kiai Mojo dan Sentot Alibasyah yang sama-sama menginginkan perang terbuka pergi memisahkan diri. Pada akhir November 1828, Kiai Mojo ditangkap dan Sentot Alibsyah menyerah pada bulan Oktober 1828.  Perang Diponegoro telah menguras biaya dan jatuh banyak korban bagi pihak Belanda, begitu juga dipihak Pangeran Diponegoro. Untuk mengakhiri perang tersebut, mereka sepakat untuk berunding. Sekitar bulan Februari 1830, Kolonel Cleerens berhasil mengadakan perundingan dengan Pangeran Diponegoro. Perundingan dilanjutan pada bulan Maret 1830 di Magelang dengan Letnan Jenderal Hedrik Markus Baron de Kock. Namun, dalam perundingan tersebut Pangeran Diponegoro dikhianati oleh Belanda. Mereka menangkap Pangeran Diponegoro beserta pengikutnya. Ia dibuang ke Manado, lalu dipindahkan ke Makasar. Pangeran Diponegoro meninggal dunia di sana pada tanggal 8 Januari 1855.
c.       Perang Sisingamangaraja XII (1870-1907) . Pada saat Sisingamangaraja memerintah Kerajaan Bakara, Tapanuli, Sumatera Utara, Belandadatang. Belanda ingin menguasai Tapanuli. Sisingamangaraja beserta rakyat Bakara mengadakan perlawanan. Tahun 1878, Belanda menyerang Tapanuli. Namun, pasukan Belanda dapat dihalau oleh rakyat. Pada tahun 1904 Belanda kembali menyerang tanah Gayo. Pada saat itu Belanda juga menyerang daerah Danau Toba. Pada tahun 1907, pasukan Belanda menyerang kubu pertahanan pasukan Sisingamangaraja XII di Pakpak. Sisingamangaraja gugur dalam penyerangan itu. Jenazahnya dimakamkan di Tarutung, kemudian dipindahkan ke Balige.
d.       Perang Aceh (1873-1906). Sejak terusan Suez dibuka pada tahun 1869, kedudukan Aceh makin penting baik dari segi strategi perang maupun untuk perdagangan. Belanda ingin menguasai Aceh. Sejak tahun 1873 Belanda menyerang Aceh. Rakyat Aceh mengadakan perlawanan di bawah pemimpin-pemimpin Aceh antara lain Panglima Polim, Teuku Cik Ditiro, Teuku Ibrahim, Teuku Umar, dan Cut Nyak Dien. Meskipun sejak tahun 1879 Belanda dapat menguasai Aceh, namun wilayah pedalaman dan pegunungan dikuasai pejuang-pejuang Aceh. Perang gerilya membuat pasukan Belanda kewalahan. Belanda menyiasatinya dengan stelsel konsentrasi, yaitu memusatkan pasukan supaya pasukannya dapat lebih terkumpul.Belanda mengirim Dr. Snouck Hurgronje untuk mempelajari sistem kemasyarakatan penduduk Aceh. Dari penelitian yang dibuatnya, Hurgronje menyimpulkan bahwa kekuatan Aceh terletak pada peran para ulama. Penemuannya dijadikan dasar untuk membuat siasat perang yang baru. Belanda membentuk pasukan gerak cepat (Marchose) untuk mengejar dan menumpas gerilyawan Aceh. Dengan pasukan marchose Belanda berhasil mematahkan serangan gerilya rakyat Aceh. Tahun 1899, Teuku Umar gugur dalam pertempuran di Meulaboh. Pasukan Cut Nyak Dien yang menyingkir ke hutan dan mengadakan perlawanan juga dapat dilumpuhkan.Dari beberapa perlawanan yang dilakukan oleh rakyat di berbagai daerah pada awalnya mengalami kemenangan tetapi pada akhirnya mengalami kekalahan. Hal itu disebabkan karena beberapa hal antara lain :

  1. Rakyat tidak bersatu, tetapi berjuang secara kedaerahan
  2. Rakyat mudah diadu domba, ingat politik devide et impera (politik adu domba)
  3. Kurangnya persenjataan

Semoga bermanfaat!

No comment for Kisah Inspiratif Tentang Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Kolonial Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Post to Kisah Inspiratif Tentang Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Kolonial Barat

berita terkini inspiratif

Berita Inspiratif Terkini:SDN 037 Sabang Bandung Menggondol 13 Piala dalam Perhelatan Akbar Kecamatan Bandung Wetan

Posted at Maret 2, 2019

Berita Terkini SDN 037 Sabang Bandung pada hari Sabtu tanggal 02 Maret 2019. Seperti sudah menjadi tradisi dalam setiap kejuaraan, lomba atau perhelatan, banyak... Read More

kisah inspiratif

Lomba Video Drama dengan Viewers Terbanyak

Posted at Februari 24, 2019

Kabar terkini buat rekan-rekan semua baik para guru maupun orang tua murid dan mudah-mudahan bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi guru dan para... Read More

Materi IPS Kelas V SD: Sejarah Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

Posted at Februari 21, 2019

Jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani... Read More

Kisah Inspiratif Anak Kelas 5-A SDN 037 Sabang Bandung Memberi Hadiah Berupa Lukisan Indah

Posted at Februari 5, 2019

Kisah inspiratif ini terjadi ketika selesai acara pembagian rapor akhir tahun 2018 kemarin. Seorang peserta didik namanya Ghaida menyerahkan sebuah bungkusan ke pada saya.... Read More

motivasi sukses

Pengertian Inspirasi dan Perbedaannya dengan Motivasi

Posted at Februari 4, 2019

Hai sobat semua… maaf yaa baru posting tulisan lagi,,,malah topil-topiknya akan aku ganti menjadi berita terkini yang menginspirasi dan memotivasi. Baiklah saya barusan blogging... Read More

WPDealer 300x250