HOME
OkeStore Theme
Home » ipa » Pendidikan » Pelajaran IPA Kelas 5 SD Tentang Materi atau Benda dan Kalor Serta Pengaruhnya

Pelajaran IPA Kelas 5 SD Tentang Materi atau Benda dan Kalor Serta Pengaruhnya

Posted at Mei 7th, 2018 | Categorised in ipa, Pendidikan
WPDealer 300x250

Pendidikan atau lebih tepatnya Pelajaran IPA Kelas 5 SD Kurikulum 2013 revisi 2017 yang berkaitan dengan fisika dimulai dengan pengertian tentang materi yaitu sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa atau kalau di SD masih menggunakan kata berat yang sebenarnya pengertian berat adalah gaya dengan pengaruh percepatan gravitasi bumi ( W = m.g ). Selanjutnya akan membahas tentang kalor dan suhu.

Materi terdiri dari 3 ( tiga ) jenis yaitu:

  1. Benda padat yaitu benda yang memiliki sifat jika dipindahkan bentuk maupun volumnya akan tetap, karena jarak antar partikel penyusunnya sangat dekat yang mengakibatkan ikatan antar partikelnya sangat kuat sehingga susah untuk memisahkannya, kecuali dengan cara dipotong atau dipukul. Contoh benda padat adalah: batu, kayu ( meja, kursi, dsb), besi ( paku, sendok, garfu, skrup, dsb).
  2. Benda CairĀ  yaitu benda yang memiliki sifat jika dipindahkan volumenya akan tetap tapi bentuknya sesuai dengan bentuk wadah yang ditempatinya, karena jarak antar partikel penyusunnya tidak terlalu dekat juga tidak terlalu jauh, sehingga gaya tarik menarik antar partikel penyusunnya tidak terlalu kuat atau mudah dipisahkan tapi mudah pula untuk bersatu. Contoh dari benda cair atau zat cair adalah: Air ( pada suhu biasa), minyak , alkohol, cuka, dsb.
  3. Benda Gas yaitu benda yang memiliki sifat jika dipindahkan baik volumenya, maupun bentuknya akan berubah sesuai dengan wadahnya. karena jarak antar partikel penyusunnya sangat jauh sehingga daya ikat atau gaya tarik antar partikelnya sangat lemah. Contoh benda gas adalah: Oksigen, karbon dioksida, karbon monoksida, hidrogen, dsb.

Setelah peserta didik memahami pengertian dan jenis-jenis benda yang terdapat di alam ini, mereka dikenalkan dengan salah satu bentuk energi yaitu energi kalor ( panas ). Dimulai dari sumber energi panas yaitu: Segala sesuatu yang dapat menghasilkan panas. Contohnya: Matahari, api, kompor, benda yang digosok-gosok, dsb. Satuan untuk menyatakan kalor adalah Joule (J) atau Kalori (kal).

Manfaat energi panas pada kehidupan sehari-hari diantaranya: Mengeringkan pakaian, membuat garam dapur dengan cara menampung air laut kemudian dipanaskan sehingga airnya menguap, memasak, dsb.

Suhu adalah suatu besaran yang menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Untuk mengetahui dengan pasti dingin atau panasnya suatu benda, kita memerlukan suatu besaran yang dapat diukur dengan alat ukur. Sebagai contoh apa yang kamu rasakan ketika kita minum es, dingin bukan, ketika kita merebus air, lama kelamaan air yang kamu rebus akan menjadi panas bukan setelah itu bisakah kita mengukur suhu? Bisakah tangan kita digunakan untuk mengukur panas atau dinginnya suatu benda dengan tepat? Kita tentu memerlukan cara untuk membedakan derajat panas atau dingin benda tersebut untuk itu kita perlu mengetahui cara untuk mengukur suhu secara akurat.

Alat untuk pengukur suhu disebut Termometer. Termometer pertama kali dibuat oleh Galileo Galilei (1564-1642). Termemoter ini disebut termometer udara. Termometer udara terdiriu dari sebuah bola kaca yang dilengkapi dengan sebatang pipa kaca yang panjang , pipa tersebut dicelupkan kedalam cairan berwarna. Jika bola kaca dipanaskan, udara didalam pipa akan mengembang sehingga udara keluar dari pipa. Namun ketika bola didinginkan udara didalam pipa menyusut sehingga sebagian air naik kedalam pipa. Termometer udara peka terhadap perubahan suhu sehingga udara saat itu segera dapat diketahui.

Baiklah sebelum kita membahas tentang jenis-jenis perpindahan kalor atau panas, kita akan membahas pengaruh panas terhadap benda. Yang pertama setiap benda pada umumnya akan bertambah ukurannya atau memuai jika suhunya naik atau menerima kalor sehingga kalor / pnas bertambah. Dan berlaku sebaliknya akan berkurang ukurannya jika suhu turun atau melepas ( mengeluarkan) kalor. Prinsip inilah yang dipakai dalam pembuatan termometer, pemasangan rel kereta api dipasang agak renggang untuk memberi ruang muai agar jika terjadi kenaikan suhu rel tidak melengkung yang akan membahayakan kereta api. Prinsip pemuaian juga dipakai pada pemasangan kaca jendela yang dipasang agak longgar, agar jika terjadi kenaikan suhu kaca jendela tidak pecah. Dalam pemasangan kabel listrik tidak dipasang terlalu kencang tapi dikendorkan, agar jika terjadi penurunan suhu kabel tidak putus ( karena akan menyusut sehingga akan lebih kenceng/tegang).

Selain berpengaruh pada ukuran benda berupa pemuaian atau penyusutan, kalor juga dapat mengubah wujud benda. Suatu benda padatĀ  dapat berubah wujudnya menjadi benda cair jika terus menerus suhunya naik ( kalornya bertambah), contohnya adalah es akan menjadi air biasa ketika terkena panas. Peristiwa zat padat berubah wujudnya menjadi benda cair dinamakan melebur atau mencair. Sebaiknya benda cair jika terus menerus suhunya turun atau bertambah dingin akan berubah wujudnya menjadi benda padat. Contohnya adalah air yang dimasukkan ke dalam kulkas akan berubah wujudnya menjadi padat ( es). Peristiwa berubah wujud dari cair menjadi padat dinamakan membeku.

ipa kelas 5 sd

Jika Suatu benda cair terus menerus menerima kalor atau bertambah panas maka benda cair tersebut akan berubah wujudnya menjadi uap atau gas, peristiwa ini dinamakan menguap. Sebaliknya jika benda gas suhunya terus menerus bertambah dingin atau kalornya berkurang, maka akan berubah wujudnya menjadi cair , peristiwa ini dinamakan mengembun. Contohnya bintik-bintik air yang kita dapatkan pada helai daun pada pagi hari, atau basahnya kaca mobil bagian dalam ketika suhu kaca bertambah dingin karena diguyur hujan, dsb.

Ada pula peristiwa yang terjadi pada kapur barus yang wujudnya padat lama-lama akan habis karena menguap ( berubah wujudnya menjadi gas), peristiwa tersebut dinamakan menyublim.

Demikian sebagian Materi pendidikan IPA SD kelas 5 Kurikulum 2013 revisi 2017. Yang pada kurikulum sebelumnya merupakan materi IPA kelas 4 SD.

 

 

No comment for Pelajaran IPA Kelas 5 SD Tentang Materi atau Benda dan Kalor Serta Pengaruhnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Post to Pelajaran IPA Kelas 5 SD Tentang Materi atau Benda dan Kalor Serta Pengaruhnya

Tips Sukses Menghadapi Ujian

Kisi kisi UN SMP dan USBN SD serta Jadwal UTBK sampai SBMPTN juga Tips Sukses Menghadapinya

Posted at Maret 25, 2019

Walau sedikit agak terlambat, tapi saya pikir masih ada gunanya bagi para peserta didik baik SD, SMP, maupun SMA/K. Meskipun UN untuk SMA/K sedang... Read More

kisah inspiratif

Kisah Inspiratif Tentang Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Kolonial Barat

Posted at Februari 24, 2019

Materi IPS kelas 5 SD tema 7 sangat banyak. Untuk itu sebagai bekal bagi siswa kelas 5 SDPN Sabang, saya berusaha memberikan beberapa materi,... Read More

Materi IPS Kelas V SD: Sejarah Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

Posted at Februari 21, 2019

Jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani... Read More

Pengalaman Ikut Tes Pascasarjana ITB

Posted at November 18, 2018

Setelah sekian lama saya tidak aktif blogging dan berbagi berita terkini, dengan banyak alasan diantaranya jaringan internet yang susah saya dapatkan kecuali ketika berada... Read More

Tips Belajar IPA: 4 Sistem Organ Manusia Yang Saling Berhubungan-1

Posted at Oktober 1, 2018

Sebagai blogger pemula saya sering blogging tentang belajar ipa, dan sekarang saya ingin berbagi sedikit materi dan tips belajar IPA kelas V SD kurikulum... Read More

WPDealer 300x250