HOME
OkeStore Theme
Home » Tak Berkategori » Tips Belajar Fisika Secara Matematika di SMA

Tips Belajar Fisika Secara Matematika di SMA

Posted at Juni 26th, 2018 | Categorised in Tak Berkategori
WPDealer 300x250

Setelah menjelaskan sekelumit tips belajar fisika dan matematika, saya akan berbagi pengalaman saya belajar fisika sewaktu masih SMA dulu dari buku fisika dasar ITB karya Sutrisno, waktu itu masih kelas 2 dan belum belajar Kalkulus di Matematikanya. Tapi karena di buku tersebut banyak menggunakan kalkulus sebagai formulanya, maka sayapun penasaran, dan belajar kalkulus dari bagian Appendix pada Buku Fisika Dasar ITB karya Sutrisno tersebut. Alhamdulillah saya jadi dapat memahami isi buku tersebut.

Kebetulan dalam suatu kesempatan setelah menjelaskan konsep momentum dan Impuls guru fisika saya memberi soal sbb:

Ada seseorang yang massanya 50 kg meluncur di atas es  ( tidak ada gesekan) dengan kecepatan 10 m/s  membawa 2 buah bola besi masing-masing massanya 10 kg, kemudian orang tersebut melemparkan sebuah bola besi ke belakang dengan kecepatan relatif terhadap orang tersebut 10 m/s. Berapakan kecepatan orang tersebut setelah melempar bola besi tersebut?

Analisa saya waktu itu sbb:

Karena kecepatan merupakan besaran vektor, maka kalau bola logam dilemparkan ke belakang dengan kecepatan relatif terhadap orang itu 10 m/s maka kecepatan bola tersebut haruslah 0m/s thd acuan ( lantai es). sehingga solusinya adalah: 50 x 10 + 20 x 10 = 50 x V +10 x10 + 10 x 0 >>> 50 V = 700 – 100= 600 >>> V akhir = 600 : 50 = 12 m/s… Jadi bertambah cepat sedikit.

Kemudian guru saya tersebut bertanya : “bisa ngak?, susah ya karena soal ini dari fisika dasar ITB”.  Saya jawab “Insya Allah pa”

Saya setorkan jawaban saya, alangkah kagetnya karena nilai saya nol (0), sedangkan nilai teman ada yang 100, dan saya sangat kaget ketika jawaban beliau sbb:

50 x 10 + 20 x 10 = 50 x V akhir + 10 x 10 + 10 x(- 20) >>> 700 = 50 V + 100 – 200>>> V akhir = 800 : 50 = 16 m/s. Yang jadi petanyaan saya kok kecepatan bola logam tersebut mejadi 20 m//s arah belakang, kalau begitu maka kecepatan relatifnya menjadi  30 m/s.

Waktu itu saya tdak bisa berbuat apa-apa, apalah daya saya hanya sebagai murid, yang saya heran beliau yang berucap bahwa soal tersebut susah, tapi beliau punya solusi yang menurut saya keliru.

Ada satu pengalaman lagi dengan guru tersebut:

Suatu ketika setelah menjelaskan tentang kecepatan sudut( kecepatan angular) kami disuruh menjawab soal yang ada di buku paket yang bunyinya sbb:

Carilah kecepatan angular dari jarum jam yang kalian pakai, jarum detikan, jarum menitan, dan jarum jaman!

Sayapun menjawabnya sbb:

Kec. sudut jarum detikan adalah 2 fhi/60 detik atau fhi/30 detik  karena jam detika berputar selama 60 detik dalam satu putaran, lalu jam menitan= 2 fhi/3.600 detik atau fhi/1.800 detik, dan jarum jam jaman = 2 fhi/21.600 s atau fhi/10.800 detik

Tapi jawaban guru kami lain yaitu sbb:

Jarum jam detikan = 2 fhi/detik , jarum menitan = 2 fhi/60 detik, jarum jaman 2 fhi/ 3.600 detik. Mulanya teman-teman saya pada nyerang ke saya, tapi setelah saya jelaskan ke teman2 baru mereka paham. Waktu itu saya agak ngotot karena logika saya tidak bisa terima, tapi Guru fisika kami juga ngotot katanya ini menurut guru fisika senior. Tapi seminggu kemudian saya disuruh ke depan oleh beliau untuk menjelaskan jawaban di atas, kemudian saya jelaskan bahwa yang namanya kecepatan sudut adalah kecepatan berputarnya suatu benda dengan 1 putaran adalah 360 derajat atau 2 fhi, maka kecepatan sudut jarum jam detikan = 2 fhi /60 detik atau fhi/30 detik. Dst. Kemudian beliau mengatakan bahwa jawaban saya itu benar…Alhamdulillah.

Yang paling aneh ketika kami disuguhi soal ( pekerjaan rumah) sbb:

Kapankan atau pada suhu berapa derajat Reamur  sama dengan derajat Fahrenheit? Saya sudah mengerjakan dengan menggunakan prinsip persamaan dalam matematika, jadi keduanya saya ubah ke derajat Celsius:

9/s C + 32 = 4/5 C >>> 9/5 C – 4/5 C = – 32 >>> C = – 32 derajat. Gampang kan?

Eeeh pas pelajaran Fisika sang Guru malah berkata:” coba buktika – 32 C ke Reamur dan Fahrenheit. Jadi usaha saya sia-sia saja padahal idenya muncul ketika saya sedang makan bersama keluarga.

Yaa itulah sekelumit pengalaman saya dalam belajar fisika waktu SMA dulu, jelaslah banwa pemahaman matematika dapat mempermudah dalam menyelesaikan soal-soal Fisika.

Yang saya alami ketika kuliah fisika 3 padahal saya belum mengambil mata kuliah Fisika Matematika terasa sangat sulit, berbeda ketika saya sudah mengambil mata kuliah Fisika Matematika, pemahaman saya semakin baik.

Tags :

No comment for Tips Belajar Fisika Secara Matematika di SMA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Post to Tips Belajar Fisika Secara Matematika di SMA

wawancara

Bagaimana Cara Paling Sederhana Membuat Rencana sampai Laporan sebuah Wawancara?

Posted at Oktober 20, 2019

Keterampilan wawancara sangat diperlukan baik bagi para jurnalis, peneliti, maupun bagi semua orang yang memiliki kepentingan mengetahui sesuatu secara mendalam dari para ahlinya. Agar... Read More

Kisah Inspiratif : Tiga Hari bersama Guru-guru Hebat di Dataran Tinggi Dieng Kecamatan Kejajar Wonosobo

Posted at September 26, 2019

Sungguh merupakan sebuah kehormatan, ketika P4 TK IPA Bandung yang bekerja sama dengan IOA mengundang saya untuk menjadi tutor pembelajaran Matematika guru-guru di kecamatan... Read More

Mengapa Matematika Adalah Bahasa ?

Posted at September 26, 2019

Matematika disebut bahasa sains. Astronom dan fisikawan Italia Galileo Galilei dikaitkan dengan kutipan, “Matematika adalah bahasa di mana Tuhan telah menulis alam semesta.” Kemungkinan... Read More

Tiga Contoh Lirik Video Yel-yel Keren Lucu dan Gokil untuk Menjadi Inspirasi dan Motivasi bagi Siswa SD

Posted at Juli 21, 2019

Sobat rohmansa… hampir 6 bulan saaya tidak pernah posting tulisan di blog rohmansa ini. Insya Allah saya akan mulai aktif lagi menulis, semoga dapat... Read More

WordPress.com vs WordPress.org – Mana Yang Lebih Baik?

Posted at April 8, 2019

Tahukah sobat rohmansa.com bahwa wordpress.org dan wordpress.com yang sepertinya sama, padahal sebenarnya merupakan platform yang sangat berbeda? Untuk orang awam atau newbie termasuk saya... Read More

WPDealer 300x250